[Day 10] Award BFF

Bagaimana perasaanmu ditinggal kekasih  sahabat? Sedih, kan? Ugh, enggak ada nyambungnya sama ini! <-- sorry... Oh ya, aku itu selalu nge-blog setiap hari, males bikin tutorial blog, males bikin posting, males edit elemen laman, edit HTML *lho, terus kalo nge-blog setiap hari tapi males semuanya, gimana dong?* Ah basa-basi.

Oh iya sampe lupa, mau kasih award nih! Siapa aja boleh ambil, enggak ada aturannya, FREE!!!! Ambil aja deh, kalo ada yang visit blog ini silahkan ambil semangka yang ada di kebun ini  award ini... ternyata, banyak basa-basinya juga ya, saya jadi bingung dan sakit saya semakin parah gara-gara ini...

Supaya jelas, klik aja gambarnya soalnya ada tulisannya... Semuanya silahkan ambil! Apalagi buat my best friend, dia WAJIB ambil! Ya... Kalau cuma bersahabat sih, enggak apa-apa, intinya ambil aja deh, free enggak pake peraturan lagi! *kalo pake peraturan enggak ada yang ambil....*

Best Friend Forever!

[Day 9] R, Anak Ber-phobia Sosial

Kenalkan, namaku R. Aku ini salah satu dari sekian banyaknya penderita phobia sosial, yaitu phobia yang mengakibatkan seseorang takut pada lingkungan, tidak mau bicara, bahkan bisa kabur dari rumah. Tapi, aku masih punya sahabat walau cuma satu, yaitu Ashila. Dia bisa mengerti aku, mendukungku agar menjauhi phobia sosial yang dideritaku. Aku juga dianggap 'orang misterius' oleh orang-orang sekitarku, karena identitasku tersembunyi, walaupun aku menampakkan wajah, tapi mereka tak tahu identitasku, orang tuaku, padahal aku punya orang tua. Yang tahu hanya Ashila serta keluargaku.

Suatu hari, aku bertanya pada Ashila. "Shil, identitasku sudah ketahuan ya?" Ashila menjawab, "Tidak! Aku bisa menjaganya dengan baik!" Aku mengangguk-nganggukan kepala. "Kamu bisa menjawab, sebenarnya kamu itu siapa terhadap teman-teman? Teman-teman tahu kamu itu R, tapi mereka tak tahu siapa kamu," tanya Ashila. "Tidak bisa, Shil! Aku tidak bisa memberitahu mereka!" bantahku. "Lalu, hidup misterius seperti itu enak?" tanya Ashila lagi. "Ya, tapi tidak juga," jawabku. "Hmm... Kau harus berubah, R!" Ashila mengajakku untuk kembali ke kelas.

Keesokan harinya...
Saat istirahat, Bella dan Shafira menghampiriku yang sedang bercanda dengan Ashila. "Hei! Beritahu identitasmu, R!" Bella berkata itu tiba-tiba. "Tidak bisa" jawabku enteng. "Jangan sampai kamu membuka-buka buku absen bu Sinta ya!" kata Ashila lalu bercanda denganku lagi. "BUKU ABSEN BU SINTA! Kesempatan emas, Bel!" kata Shafira. "Benar! Aku akan membuka buku itu sepulang sekolah!"

Saat pulang sekolah, kelas rasanya sepi. Tapi, Bella dan Shafira masih di sini. "Bella, Fira, kenapa masih di sini?" tanyaku. "Lagi menunggu jemputan, R" jawab Bella bohong. "Sebentar lagi, aku dijemput mama. Mamaku lagi beli makanan, katanya antrian panjang," jawab Shafira berbohong. "Oh. Hey! Itu bunda!" Aku meninggalkan kelas. "Heh, sudah sepi nih! Gimana?" tanya Shafira. "Ayo!" Kedua anak itu langsung menuju meja guru dan mengambil buku absen bu Sinta. "R..R.. Ini dia! Yes!" sorak Bella dan Shafira, lalu pergi entah ke mana.

Keesokan harinya, beredar berita bahwa identitas R terungkap! Hah? R itu aku! Tidak! Pasti Bella dan Shafira mengumumkan ini! Apa yang harus kulakukan?
Aku berjalan lesu menuju bunda. "Bunda... Aku tak bisa menerima kenyataan ini..." kataku sambil menunjukan koran yang ada berita tentangku. "Sebaliknya, bunda sangat bisa menerima ini!" kata bunda. "Bunda.... Aku tidak mau identitasku terungkap. Aku lebih senang hidup misterius!" kataku sambil terisak. "Nak, bunda tahu yang melakukan ini, Bella dan Shafira, teman sekelasmu. Bunda berterimakasih dengan mereka. Kau harus lebih terbuka, R. Bunda dan Ayah sedih karena tak ada yang tahu orang-tuamu siapa. Akibat itu, bunda jadi tak bisa berkomunikasi. Terima ini, nak. Perbuatan Bella dan Shafira ini, tandanya mereka berdua mendukungmu. Kamu harus bebas dari phobia sosial!" jelas bunda. Aku tersenyum.

Besoknya di sekolah, dari kelas satu sampai kelas enam heboh dengan berita yang baru beredar. "Hei! Itu Randa, anak misterius!" celetuk Fandi. Aku tertawa. "Teman-teman, sekarang aku bukan R, anak misterius lagi! Aku ingin berteman!" ucapku. Teman-teman tersenyum bangga. Aku menghampiri Bella dan Shafira yang sedang berbicara dengan Ashila. "Bel, Fira, aku berterima kasih sekali!" Bella dan Shafira tersenyum, lalu, Bella, Shafira dan Ashila memelukku.

Pertanyaan dari admin.
*Apakah kalian betah hidup misterius? 

[Day 8] Diary Sang Penyendiri

10 Maret 2010...
Dear diary... Hari ini aku sedih banget, soalnya teman-teman tak ada yang mau berteman denganku. Aku selalu dimarahi jika salah sedikit...saja. Teman-teman begitu kejam denganku, rasanya aku ingin pindah dari sekolah..

11 Maret 2010....
Dear diary.... Aku seperti 'terbuang' di sekolah. Aku terdiam termangu tersendiri, sedangkan yang lain? Tertawa, bermain, kejar-kejaran! Ah, aku pulang saja lalu menangis seharian

12 Maret 2010...
Dear diary! Guru-guruku menyayangiku, dan teman-teman banyak membantuku... Ah! Aku menyadari bahwa tanggal 12 ini aku merasakan hari ini ada keanehan...

13 Maret 2010...
Enggak bisa disangka, diary! Anak-anak perempuan di kelasku semuanya berebutan ingin menjadi teman sekelompok drama denganku!

14 Maret 2010...
Sekarang, aku sudah punya sahabat banyak. Ternyata, sahabat-sahabat baruku sangat perhatian, ya! Aku senang punya sahabat seperti mereka. Love you all! Love you diary! Aku tutup ya...

[Day 7] Hadiah dari Sereal

Saat Spongebob berkunjung ke sebuah supermarket, ia melihat sekotak sereal gandum bertuliskan "FREE TOY!". "Gary! Aku harus beli ini!" seru Spongebob. "Meow..," jawab Gary, lalu Spongebob berlari menuju kasir. "Sepuluh dollar," ucap kassa. "Ya!" jawab Spongebob meletakkan uang sebesar 10 Dollar di meja kasir. "Terima kasih," ujar kassa.

"Wow, gary! Aku tak sabar ingin membukanya!!" kata Spongebob. "Meoww...!" lagi-lagi, Gary mengeong. Seperti kucing saja. Hahaha! "Hah? Mana hadiahnya?" tanya Spongebob terkejut. Ia sudah menuangkan seluruh butir sereal ke dalam mangkuk, tetapi hadiah tidak ditemukannya. "HAH? OFTEN!" ucap Spongebob terkejut. Ia baru menyadari bahwa ada tulisan OFTEN menyempil di antara tulisan FREE dan TOY. "Aku harus beli sereal lagi!" gumam Spongebob. Akhirnya, ia bersama Gary menuju supermarket.

"Hahaha, Gary. Aku membeli semuanya sampai stok habis. Sekarang, tinggal aku dan kau yang makan! Kalau hadiahnya ketemu, katakan ya Gary!" ucap Spongebob. "Meowwww..." jawab Gary. ".....!!!" pekik Spongebob. "Aku tahu sekarang. Aku harus mengirim melalui surat agar dapat hadiah!" ucap Spongebob.

"Hai Spongbob," sapa Patrick. "Hai, Pat," jawab Spongebob. "Apa yang kamu lakukan?" tanya Patrick. "Menunggu hadiah dari sereal yang kubeli!" jawab Spongebob. "Oh, mau ke Krusty Krab?" tawar Patrick. "Mau! Tapi.... Aku harus menunggu hadiahnya," jawab Spongebob. "Kalau begitu, aku saja ya!" ucap Patrick sambil berlalu. 5 menit kemudian, Patrick datang. "Spongebob, kau melewatkan pesta ulangtahun mu!" kata Patrick. "Apa? Huhuhu..tidak! Hiks..hiks.." jawab Spongebob menyesal. "Untuk Spongebob Squarepants," ucap pak pos. Tidak bisa, dia sedang sedih dan jangan ganggu!" lawan Patrick. "Baik. Ini hadiahnya," kata pak pos, lalu pergi. "HADIAH?!" pekik Spongebob. "Yaaayy!!" sorak Patrick. Secara sengaja, Patrick menyentuh mainan Spongebob sehingga kelihatannya seperti rusak. "PATRICK! KAU MERUSAKNYA!" ucap Spongebob, "mainanku..., huaaaa." Patrick dan Spongebob menangis berguling-guling sampai ke depan halaman rumah Squidward.

"Uuh! Baiklah, ada masalah apa ini?!" tanya Squidward."Mainanku..HANCUR..! Huaaa!!" jawab Spongebob. "Dasar!" cela Squidward. CTEK! Mainan Spongebob kembali! "Spongebob, cara mainnya memang seperti ini. Disentuh, tangan, kaki, dan kepala akan keluar. Disentuh lagi, tangan, kaki dan kepala kembali lagi. "YEI! Squidward memperbaikinya! Terima kasih!" sorak Spongebob dan Patrick sambil memeluk Squidward.

My Recent Posts

    Subscribe me by Email